Berani Tegas Memimpin

Herman Herry, Herman Herry PDIP, Herman Herry NTT

Jakarta – Rabu 11 September 2019, saya mendapat tugas memimpin uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta. Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, tentu kewajiban saya memimpin rapat agar berjalan baik dan tertib.

Salah satu capim KPK yang proses uji kelayakan dan kepatutannya saya pimpin adalah Nawawi Pomolango, pria kelahiran Manado yang sudah 30 tahun menjadi hakim dan saat ini mengabdi di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Saya bersyukur prosesnya berjalan tertib sesuai harapan. Tentunya karena saya buat aturan tegas mengenai waktu dan hak bicara peserta rapat.

Sebelum rapat dimulai, saya meminta semua peserta rapat dari 10 fraksi di DPR untuk menyepakati bahwa penyampaian pokok makalah, tanya jawab dan pendalaman pertanyaan pada Nawawi hanya 90 menit. Jika dalam waktu tersebut ternyata masih ada hal yang ingin didalami dan waktunya tersedia, tentu bisa disepakati kembali bersama peserta rapat.
Supaya tertib, pertanyaan saya buat dua putaran, pertama perwakilan fraksi dan kedua pertanyaan dari anggota per anggota. Semua anggota di ruang rapat tidak saya izinkan berkomunikasi langsung dengan calon pimpinan KPK, pembicaraan harus atas seizin saya supaya tertib.

Setiap fraksi memiliki hak bicara yang sama, masing-masing tiga menit. Saya memastikan Anggota Komisi III DPR memiliki kebebasan dalam tanya jawab, tidak ada tekanan dan pengaruh apapun dari pihak manapun dalam proses uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK.

Saya juga menjamin bahwa seluruh prosesnya terbuka untuk diliput media sehingga bisa disebarluaskan dan disaksikan masyarakat Indonesia.
Terdapat 10 capim KPK hasil seleksi Tim Pansel Capim KPK. Tim Pansel juga sudah menjelaskan bahwa 10 nama yang diajukan adalah hasil seleksi berdasarkan profesionalitas, integritas dan kapasitas.

Selanjutnya, pemilihan calon pimpinan KPK periode selanjutnya akan dilakukan anggota Komisi III DPR. Saya yakin kita semua sama-sama berharap proses panjang ini melahirkan pimpinan KPK yang mampu menjalani tugas pemberantasan korupsi dengan baik dan berintegritas.

Read More

Herman Herry dan Berkat Kerja Ikhlas

Herman Herry, Herman Herry PDIP, Herman Herry NTT


Pemilu 2019 jadi menghasilkan catatan manis untuk Herman Herry, politisi PDI Perjuangan. Inilah kali keempat Herman dipilih masyarakat daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II untuk menjadi anggota DPR RI Periode 2019-2024.

Lelaki kelahiran Ende, 26 November 1962 ini, dalam perjalanan 20 tahun menjadi wakil rakyat di DPR RI. Herman mengantongi dukungan lebih dari 100 ribu suara, yang juga berhasil melambungkan suara PDI Perjuangan pada Pemilu 2019.


Apa rahasia sukses Herman Herry terus dipercaya masyarakat? Berikut adalah wawancara Herman Herry pada Mei 2019 yang dilakukan jurnalis POS-KUPANG.COM, Paul Burin.


Anda dipastikan meraih kursi di DPR RI bahkan meraih suara terbanyak. Apa yang dirasakan saat ini?


Pertama saya tentu bahagia. Bahagia karena telah meraih suara terbanyak sebagai wakil rakyat dari NTT. Suara ini datang dari orang-orang kecil di pelosok NTT. Suara-suara yang tersembunyi di balik gunung dan lembah, di pedalaman atau di pinggiran daerah. Saya sungguh terharu.


Saya menyampaikan terima kasih kepada Tuhan dan masyarakat NTT yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Suara yang mereka berikan itu tulus. Karena itu saya terima dengan ketulusan hati pula. Saya akan berjuang sekuat kemampuan untuk membalas kebaikan mereka di parlemen.


Dalam wawancara itu, Herman yang kini menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu menyampaikan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memintanya untuk terus berkiprah di parlemen dan memperjuangkan kesejahteraan serta kemajuan NTT.


“Ibu Megawati selalu mendukung kami untuk membangun daerah. Ibu Megawati juga bilang: ‘Kamu masih dibutuhkan,’” ungkap Herman.


Herman melanjutkan, meski sudah empat pemilu mendapat dukungan besar dari rakyat NTT, dia sadar kerjanya untuk memperjuangkan kesejahteraan NTT belum sempurna. Menurut Herman, proses panjang telah membentuknya menjadi figur dan politisi yang tahan banting, yang selalu fokus menjadikan rakyat sebagai sumber dan tujuan perjuangan.

“Saya ini manusia yang tak sempurna, penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Saya berterima kasih dapat suara menembus angka 100 ribu lebih. Saya membuktikan kepada publik bahwa saya masih dipercaya,” ungkap Herman penuh haru.


Di NTT, Herman yang merupakan pengusaha juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat NTT. Dia juga vocal dalam pembinaan dan perlindungan UMKM masyarakat di dapilnya.


“Orang-orang kecil di kampung-kampung itu bisa menilai apa yang kita lakukan. Dengan hatinya yang tulus itu mereka sungguh tahu. Apakah kita lakukan dengan tulus atau tidak. Apakah kita menipu atau tidak. Mereka sungguh tahu dan tak bisa memungkiri sesuatu yang ia yakini benar,” ucap Herman.


“Saya terus membangun kebersamaan dengan semua elemen masyarakat di NTT. Saya ikhlas bekerja dari ujung kampung ke ujung kampung lainnya. Dan, saya tak mau menunjukkan bahwa saya tengah berkampanye atau tengah membangun komunikasi dengan masyarakat di NTT. Saya lakukan itu karena saya mencintai mereka,” ujar pria yang hobi otomotif tersebut.


(Sumber: Pos Kupang)

Read More