Pelantikan Ketua Komisi III

Herrman Herry NTT, Herman Herry Komisi III

Salam sejahtera bagi kita semua.

Di pengujung bulan Oktober ini, tepatnya pada Selasa, 29 Oktober 2019, saya mendapat kehormatan dilantik sebagai Ketua Komisi III DPR RI masa bakti 2019-2024. Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada Fraksi PDI Perjuangan yang telah memercayai saya untuk memegang amanah besar ini.

Saya menerima kepercayaan ini dan berjanji menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati. Sebagai politikus PDI Perjuangan yang sudah kali keempat terpilih sebagai anggota DPR dan berada di Komisi III, saya akan menggunakan bekal pengalaman ini untuk memimpin Komisi III dengan sebaik-baiknya.

Tak ada waktu untuk berlarut-larut merayakan kepercayaan tersebut. Sebagai ketua dari komisi yang mengurus bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, lengan baju harus langsung disingsingkan untuk bekerja demi Indonesia.

Berbagai tugas telah menanti di depan. Salah satu yang paling awal dilakukan oleh Komisi III DPR RI 2019-2024 ialah uji kelayakan dan kepatutan Kapolri pengganti Jenderal Tito Karnavian.

Komjen Pol Idham Aziz adalah satu-satunya calon Kapolri sebagaimana tercantum dalam surat yang dikirimkan Presiden Joko Widodo ke DPR pada 23 Oktober 2019. Sebagaimana kami cermati, sejauh ini tidak ada penolakan terhadap Komjen Pol Idham Aziz kendati merupakan calon tunggal.

Herman Herry NTT, Cahaya dari Timur

Komisi III akan bergerak cepat mengingat adanya kekosongan jabatan Kapolri. Uji kelayakan dan kepatutan ini rencananya akan berlangsung pada Rabu, 30 Oktober 2019. Proses uji kelayakan dan kepatutan dimulai dengan kunjungan ke rumah calon Kapolri dan dilanjutkan dengan mendengar visi-misi calon Kapolri serta pendalaman dari masing-masing fraksi. Proses ini terbuka untuk umum.

Secara pribadi, Komjen Pol Idham Aziz adalah figure yang sangat berpengalaman, memiliki karakter yang dingin, dan penuh perhitungan. Tentunya ini merupakan modal yang baik bagi Beliau untuk memimpin institusi Polri ke depan.

Selain itu, Komisi III juga memastikan akan segera melantik pimpinan KPK periode 2019-2023 yang sebelumnya sudah diuji dan dipilih oleh DPR lewat proses transparan dan independen. Semua tahapan uji kelayakan dan kepatutan itu terbuka untuk publik dan disiarkan di banyak media massa nasional. Kelima pimpinan KPK tersebut ialah Firli Bahuri (ketua), Alexander Marwata, Nawawi Pamolango, Nurul Ghufron, dan Lili Pintauli Siregar.

Dalam perkembangannya, kami memperhatikan dinamika di masyarakat mengenai salah satu calon pimpinan KPK yang kami pilih, yakni Nurul Ghufron. Ghufron dianggap tak memenuhi syarat menjadi pimpinan KPK karena batas usia minimal berdasarkan UU KPK Nomor 19 Tahun 2019 adalah 50 tahun.

Menurut pandangan kami di Komisi III, Ghufron yang saat ini berusia 45 tahun tetap memenuhi syarat menjadi pimpinan KPK karena pada saat uji kelayakan dan kepatutan hingga pemilihannya sebagai pimpinan KPK masih berlaku UU KPK Nomor 30 Tahun 2002. Dalam UU tersebut, batas usia minimal pimpinan KPK adalah 40 tahun.

Kami menjamin semua tahapan dalam uji kelayakan dan kepatutan pimpinan KPK dan Kapolri berjalan independen, transparan, dan taat hukum. Kami bekerja maksimal untuk menghasilkan pimpinan Polri dan pimpinan KPK yang mampu menjalankan tugas besar dan secara serempak mewujudkan Indonesia yang sejahtera, Indonesia maju.

Sebagai Ketua Komisi, saya memastikan untuk menjaga kebersamaan dan kesolidan Komisi III yang selama ini sudah terjalin dengan baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu, saya juga akan terus membangun koordinasi yang efektif dan efisien dengan seluruh mitra Komisi III.

Read More

Selamat atas pelantikan menteri

Herman Herry, Pelantikan Menteri, Kabinet Jilid dua

Salam sejahtera bagi kita semua. Sebagaimana kita telah saksikan bersama, Presiden Joko Widodo telah resmi mengumumkan dan melantik 34 menteri serta 4 pejabat setingkat menteri untuk bertugas di Kabinet Indonesia Maju.

Selamat kepada Bapak Jokowi telah menuntaskan hak prerogatifnya dalam menyusun kabinet. Saya ucapkan selamat juga kepada para menteri yang dipilih dan dilantik oleh Presiden.

Saya mencermati beragamnya pendapat soal nama-nama menteri yang dipilih dan dilantik hari ini. Boleh jadi, banyak yang tidak puas. Bisa jadi juga ada pihak yang langsung meragukan.

Tetapi, saya percaya bahwa Presiden telah melalui banyak pertimbangan dan alasan sebelum memilih para pembantunya.

Saya rasa ada baiknya kita semua menghormati keputusan Beliau memilih siapa-siapa saja yang dipercaya akan membantunya mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.

Saya teringat pada kata-kata yang pernah disampaikan almarhum Steve Jobs. Pendiri Apple itu mengatakan begini: “Jika ingin membuat semua orang bahagia, jangan jadi pemimpin, tetapi jual es krim saja.”

Bapak Jokowi adalah pemimpin bangsa. Tugasnya tidak mudah dalam memandu perjalanan bangsa ini ke depannya. Karena itulah Presiden pasti membutuhkan orang-orang yang juga punya dedikasi tinggi terhadap Tanah Air seperti halnya Beliau sendiri.

Seperti disampaikan dalam pidatonya, Presiden menyampaikan tujuh pesan kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju. Jangan korupsi, bekerja hanya sesuai visi-misi Presiden dan Wakil Presiden, kerja keras, cepat, dan produktif, tidak terjebak rutinitas yang monoton, berorientasi pada hasil nyata, selalu memeriksa masalah di lapangan dan mencari solusinya, serta serius dalam bekerja.

Dengan pesan seperti itu, saya yakin para menteri Kabinet Indonesia Maju tak punya waktu banyak untuk bersantai. Semua harus segera berlari membawa Indonesia menjadi negara yang disegani di dunia.

Saya teringat juga dengan wejangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau mengingatkan bahwa jabatan menteri melekat dengan tanggung jawab dan dedikasi kepada bangsa, bukan semata soal gemerlapnya kekuasaan.

Selamat bekerja, para menteri Kabinet Indonesia Maju. Selamat bertugas mewujudkan Indonesia Maju.

Read More

Herman Herry, Membangun NTT Lewat Dunia Hospitality

Bila ada yang bertanya pada seorang Herman Herry soal pendapat terhadap Nusa Tenggara Timur, saya merasa bahwa kampung halaman saya itu merupakan daerah yang minus, lingkungan penuh kemiskinan, serta daerah yang tidak memiliki harapan. Tapi, jangan salah, itu kalau pertanyaan tersebut saya terima 40 tahun lalu.

Pikiran itu telah berubah ketika saya hidup di Jakarta. Saya baru melihat bahwa NTT adalah mutiara yang terpendam. Bagaimana tidak, NTT memiliki alam yang luar biasa, lahan-lahan yang spesifik, dan jumlah rakyat yang signifikan.

Oleh karena itu, saya yang putera asli NTT ini menyebut NTT adalah raksasa yang tertidur. Wilayah ini memiliki kelebihan, tetapi tidak menonjol. Belum lagi pola pikir warga NTT sendiri.

Ketika punya kesempatan berbincang dengan warga setempat dan menanyakan apakah mereka merasa hidup dalam kemiskinan, mereka menjawab tidak karena merasa bahwa memang seperti itulah gaya hidup mereka. 

Keadaan tersebut membuat saya berpikir bagaimana agar NTT tidak terus-menerus hidup seperti itu. Bagaimana cara agar warga NTT tidak terus berada di zona nyaman.

Cerita dari seorang kawan di Sulawesi tentang kerbau di kubangan pun menjadi inspirasi saya. Kerbau yang berada di kubangan tidak akan bergerak meski dipukul dengan rotan karena merasa sudah merasa nyaman. Kita harus menggelitiknya agar mau bergerak. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah perubahan secara perlahan, yang dimulai dari etos kerja.

Untuk membangun NTT semua aspek harus bekerja sama. Pemerintah, pengusaha, dan politikus tidak bisa saling menuding dan hanya terbuai pujian.

Sebagai pengusaha, saya memiliki pemikiran untuk memajukan NTT melalui bisnis yang saya punya, yaitu Sotis Hotel dan Beer and Barrel. Kami mengenalkan putra putri lokal mengenai dunia perhotelan yang elegan agar wisatawan yang berkunjung ke NTT merasa dilayani dengan baik. Karena jika pelayanan yang kita berikan memuaskan para wisatawan, maka kenyamanan yang diberikan tersebut akan diberitakan ke orang lain dan membuat angka pengunjung ke NTT meningkat.

Tak hanya di hotel yang saya miliki. saya juga ingin putra dan putri lokal dapat terus mendapatkan kesempatan untuk praktik di hotel-hotel agar mereka tahu bagaimana bekerja dengan baik dan profesional.

Penulis: Putri

Read More

Selamat Menempuh Jalan Pengabdian, Jokowi-Amin!

Herman Herry, Herman Herry NTT, Jokowi Herman Herry

Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita sampaikan puji dan syukur kepada Tuhan, Penguasa Semesta Alam yang senantiasa memberikan berkat-Nya kepada kita.

Hari ini, Minggu, 20 Oktober 2019, Indonesia membuka lembar sejarah baru dengan dilantiknya Bapak Ir. Joko Widodo dan K. H. Ma’ruf Amin sebagai Presiden serta Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Saya ucapkan selamat bekerja, selamat mengemban amanah dari rakyat.

Sebagaimana kita ketahui, dinamika pilpres selama beberapa waktu terakhir seperti membuat masyarakat terbelah. Tapi saya yakin dan percaya Bapak Jokowi dan Kyai Ma’ruf akan menjadi Presiden serta Wakil Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya percaya Bapak Jokowi dan Kyai Ma’ruf akan bekerja dengan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

Khusus kepada Bapak Jokowi, saya sampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatiannya yang begitu besar terhadap pembangunan di Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur, selama lima tahun terakhir. Sebagai wakil rakyat dari NTT dan atas nama masyarakat NTT, saya ucapkan terima kasih.

Ke depan, saya hendak sampaikan harapan agar perhatian besar itu terjaga hingga lima tahun ke depan. Untuk itu, saya akan terus menyuarakan seluruh aspirasi warga NTT, sekaligus mengawal seluruh pembangunan yang ada di NTT.

Selepas mengucapkan sumpah jabatan hari ini, saya mendorong Bapak Presiden serta Wakil Presiden untuk menjalin komunikasi politik yang baik dan efektif dengan seluruh stakeholder pembuatan kebijakan. Hingga masa jabatan usai pada 2024 mendatang, saya berharap Bapak Jokowi dan Kyai Ma’ruf meningkatkan sinergi dengan DPR, khususnya untuk menggenjot kinerja legislasi.

Kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, saya harapkan juga bisa memastikan bahwa hukum harus selalu menjadi panglima di Tanah Air tercinta. Aparat penegak hukum harus tetap profesional dan independen dalam menjalankan fungsinya.

Tidak ada yang menjamin bahwa pekerjaan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam mewujudkan cita-cita pendiri bangsa akan berjalan mudah. Tetapi, dengan niat tulus menggandeng seluruh komponen anak bangsa, saya percaya Tuhan akan bersama kita semua.

Sekali lagi, saya ucapkan selamat. Selamat menempuh jalan pengabdian.

Read More

Sukses adalah Buah dari Keberanian Bermimpi dan Keteguhan Berusaha

Herman Herry, Herman Herry NTT, Herman Herry Pengusaha

Sebagian orang mungkin menyangka mudah saja bagi seorang Herman Herry bisa menjadi pengusaha dan anggota DPR RI seperrti sekarang ini. Padahal, sebenarnya tidaklah demikian.

Seperti kebanyakan manusia, saya sempat memiliki rasa pesimis. Saat masih muda, saya menganggap bahwa diri ini tidak mampu menjadi seseorang yang besar. Pikiran tersebut ada dikarenakan saya melihat lingkungan sekitar tidak ada yang mendukung, apalagi keluarga saya merupakan pengusaha kecil yang tidak sukses dan biasa-biasa saja dalam segi ekonomi.

Tak bisa terus-terusan pesimis, akhirnya saya mulai belajar untuk memiliki mimpi. Saya berpikir bahwa saya harus berani meninggalkan kampung halaman di Ende untuk hijrah ke Jakarta. Saya melihat Jakarta akan menjadi tempat untuk meraih semua mimpi-mimpi saya.

Herman Herry, Herman Herry NTT, Herman Herry Pengusaha

Perjuangan berat dan segala lika-likunya saya jalani dengan tabah hingga kemudian bisa meraih segala yang saya impikan 40 tahun kemudian. Puji Tuhan, kini saya berhasil memegang mimpi itu. Saya kini menjadi pengusaha dan menjadi politikus senior.

Mungkin kedengarannya mudah untuk membicarakan mimpi. Namun untuk menggapainya, kita harus memiliki keberanian. Bayangkan jika saya tidak memiliki keberanian untuk bermimpi, bayangkan ketika saya tidak berani untuk pindah ke Jakarta. Mungkin prestasi saya sebagai pengusaha dan politikus senior seperti sekarang ini ada di angan-angan saja pun tidak. Itulah yang juga saya harapkan untuk anak-anak muda zaman sekarang, beranilah menggapai mimpi. Jangan terus-terusan berada di kubangan pesimisme.

Pencapaian saya kini mungkin menurut beberapa orang sudah termasuk “segalanya”. Untuk menggapai segalanya tersebut tak hanya berusaha keras dan berani, namun juga bersabar. Teguhkan hati bahwa apapun yang ingin kita raih butuh proses. Semua proses itu akan sangat berarti, semua proses yang dilalui juga menguatkan kita.

Selain itu, tak lupa juga saya selalu meneguhkan iman. Libatkan Tuhan dalam usaha yang tengah diperbuat. Saya dulu juga selalu percaya bahwa semua proses dan kejadian dalam proses tersebut adalah atas perkenaan Tuhan, karena “Jika Allah ada di pihakku, siapa yang bisa menghalangiku”.

Read More