Kasus Novel Baswedan Butuh Terobosan Istimewa dari Polri

Dua tahun lebih sudah berlalu, tepatnya pada 11 April 2017, sejak terjadinya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Publik masih dibuat bertanya-tanya tentang kebenarannya karena kasus ini belum juga terungkap.

Polri, yang kini di bawah kepemimpinan Jenderal (Pol) Idham Azis, tentu terus menjadi sorotan akibat berlarut-larutnya penyelesaian kasus tersebut. Karenanya, dalam Rapat Kerja pertama dengan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019), saya sebagai Ketua Komisi III DPR RI mendesak jajaran Polri agar kasus penyerangan Novel Baswedan segera diselesaikan.

Periode dua tahun tanpa penyelesaian hanya berarti satu hal, yakni bahwa Kapolri yang baru mesti melakukan terobosan istimewa terkait penyerangan terhadap Novel Baswedan. Semakin cepat Polri bekerja menuntaskan kasus ini, tentu semakin baik dampaknya bagi upaya penegakan hukum di Tanah Air. Ada tanda tanya dan rasa penasaran di masyarakat yang harus segera dijawab oleh aparat kepolisian.

Selain kasus penyerangan Novel Baswedan, sorotan yang diarahkan ke Polri juga tak lain akibat ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pekan lalu. Usai kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat dan telah menangkap 74 orang terduga teroris.

Jumlah orang yang ditangkap ini bukan cuma terbilang banyak. Tetapi, hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa masih ada yang perlu diperbaiki terkait program deradikalisasi.

Pihak kepolisian mungkin sudah berusaha maksimal menjalankan program deradikalisasi, tetapi sepertinya hasilnya belum maksimal. Karenanya, Komisi III DPR menekankan pada Polri untuk mengambil langkah kerjasama dengan lembaga lain, seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Semua ini mesti dilakukan demi Indonesia yang lebih aman dan damai.

Herman Herry
Ketua Komisi III
Dapil NTT II

FB: Herman Herry
IG: @hermanherryntt

Read More

Brimob Profesional, Brimob untuk Indonesia

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry, berharap Korps Brimob terus meningkatkan keunggulannya sebagai pasukan elite yang dimiliki Kepolisian Negara Republik Indonesia. Menurut Herman, hal ini tak lepas dari kian tingginya harapan masyarakat untuk menikmati kehidupan yang aman dan jauh dari segala bentuk gangguan keamanan, termasuk aksi terorisme.

“Perjalanan sejarah memperlihatkan betapa Brimob sebagai korps tertua di tubuh Polri telah ambil bagian dalam berbagai upaya menanggulangi gerakan yang hendak merongrong NKRI.Tantangan sejenis masih dihadapi saat ini dalam rupa terorisme domestik. Karenanya, Brimob harus terus meningkatkan kompetensinya sehingga tetap menjadi pasukan andalan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat,” ujar Herman di sela-sela upaca HUT ke-74 Korps Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/11).

Aksi terorisme memang terus menjadi ancaman yang meresahkan bagi masyarakat Indonesia. Terakhir, bom bunuh diri meledak di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).

“Brimob harus turut memastikan bahwa tidak ada lagi ruang bagi tindakan terorisme dalam bentuk apa pun di dalam Indonesia,” kata Herman.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini juga menyebut bahwa peningkatan profesionalisme menjadi cara terbaik bagi Brimob untuk meredam kritik terkait cara penanggulangan aksi demonstrasi. Menurut Herman, profesionalisme inilah yang menjadi penanda kualitas Brimob sebagai pasukan unggulan.

“Anggota Brimob tentu harus selalu bertindak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), protap, dan garis komando, termasuk saat menghadapi aksi anarkisme dalam kegiatan unjuk rasa. Kedisiplinan mematuhi aturan-aturan serta kesetiaan untuk tetap menjaga hak asasi pelaku itulah yang menandai kualitas anggota Brimob sebagai orang-orang unggulan,” tutur Herman.

“Meski tetap tegas dan terukur dalam menjaga kamtibmas, pada usianya yang ke-74 ini Brimob juga harus senantiasa memperlihatkan wajahnya yang humanis kepada masyarakat. Selamat ulang tahun, Korps Brigade Mobil kebanggaan Indonesia,” ucap Herman.

Herman Herry
Ketua Komisi III
Dapil NTT II

FB: Herman Herry
IG: @hermanherryntt
Web: hermanherry.id

Read More

Teror Bom di Mapolrestabes Medan, Indonesia Tidak Gentar!

Herman Herry, Herman Herry NTT

Peristiwa teror bom kembali terjadi di Tanah Air. Sebagaimana telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, teror bom bunuh diri terjadi di Markas Polrestabes Medan, Jalan H. M. Said, Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45.

Tak ada sikap selain bahwa saya mengutuk keras terjadinya aksi bom bunuh diri ini. Sebagai Ketua Komisi 3 DPR RI, saya mendukung dan mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas.

Saya percaya bahwa Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga negara. Tidak hanya di Medan, saya mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh Indonesia demi memastikan kejadian seperti ini tak terulang lagi.

Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu menunjukkan bahwa Indonesia tidak takut terhadap teror, seperti apa pun bentuknya.

Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri untuk tidak menyebarkan foto-foto maupun video aksi tersebut. Selain agar masyarakat tidak perlu mendapatkan gambar atau visual mengerikan, menyebarkan foto dan video hanya membantu tercapainya tujuan teror itu sendiri.

Herman Herry
Ketua Komisi III
Dapil NTT II

FB: Herman Herry
IG: @hermanherryntt
Web: hermanherry.id

Read More

Selamat Bekerja, Jenderal Idham Azis!

Herman Herry NTT, Herman Herry dan Idham Azis

Kepolisian Negara Republik Indonesia telah memiliki pemimpin barunya pada hari ini, Jumat, 1 November 2019. Adalah Jenderal (Pol) Idham Azis yang didaulat menggantikan Jenderal (Pur) Tito Karnavian.

Kendati menjadi calon tunggal untuk menggantikan Jenderal (Pur) Tito Karnavian, saya pribadi menilai keputusan Presiden Joko Widodo memilih Jenderal Idham Azis sudah tepat. Perjalanan kariernya menunjukkan Jenderal (Pol) Idham Azis sebagai figur yang mumpuni.

Jenderal (Pol) Idham Azis merupakan sosok yang tertib, dingin, dan punya jam terbang dalam sejumlah penugasan. Kecemerlangan Jenderal (Pol) Idham Azis di antaranya terbukti seperti saat menangani kasus terorisme kelompok Azhari, kelompok Santoso, hingga Operasi Tinombala di Poso.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin besar dalam hal penyebaran hoaks, intoleransi, hinggga radikalisme. Dengan pengalamannya selama ini, termasuk sejarah kepemimpinannya di Polda Sulawesi Tengah dan Metro Jaya, saya percaya Jenderal (Pol) Idham Azis punya kemampuan mengatasi masalah-masalah yang muncul terkait semua hal tersebut.

Proses fit and proper test oleh Komisi III DPR RI 2019-2024 yang saya pimpin terhadap calon Kapolri semakin menguatkan kesan terhadap Jenderal (Pol) Idham Azis. Dari kunjungan ke rumah kediamannya pada Rabu, 30 Oktober 2019, saya dan rekan-rekan di Komisi III menangkap kesan bahwa keluarga Jenderal (Pol) Idham Azis patut dijadikan contoh oleh seluruh anggota institusi Polri. Jenderal (Pol) Idham Azis dan Ibu Fitri Handari bisa menjadi Bapak dan Ibu buat setiap anggota Polri di seluruh Indonesia. Kami yakin mereka sanggup mengemban tugas serta amanah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Jenderal (Pol) Idham Azis juga menyampaikan kesiapannya untuk tidak mencampur-adukkan urusan jabatannya bila dipercaya menjadi Kapolri dengan keluarga. Jenderal (Pol) Idham Azis berjanji bersikap tegak lurus dan taat terhadap aturan.

“Saya haramkan untuk urusan itu, saya haramkan bagi keluarga saya. Bahkan bila perlu, saya tidak akan pernah menerima anggota saya di kantor nanti!” begitu katanya.

Bagi saya, pernyataan ini luar biasa. Sepanjang pengalaman pribadi terlibat dalam proses fit and proper test calon Kapolri, baru kali ini saya menyaksikan calon Kapolri yang membuat pernyataan pakta integritas pribadi tentang keluarga dan prinsip-prinsip hubungan pribadi dengan anggota. Bagi saya, integritas pribadi dan keluarga inilah yang menentukan Kapolri yang amanah atau tidak.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan selamat atas pelantikan Jenderal (Pol) Idham Azis sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang baru. Semoga menjadi Kapolri yang sungguh-sungguh dapat membawa citra dan martabat Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi lebih baik.

Selamat bekerja, Jenderal!

Read More